Sistem Chek-in Terbaru Qantas PDF Print E-mail
Font Size Larger Font Smaller Font
Friday, 23 July 2010 12:39
Share

Qantas memngumumkan rencananya untuk menguji coba sistem "check-in" terbaru mereka minggu ini di Perth  Australia. Sistem tersebut dibangun melibatkan teknologi dari 15 vendor yang berbeda diantaranya IBM, New Media  Innovations, Unisys, Fujitsu, Amadeus, Telstra dan Satyam.

 

 

 

Uji coba melibatkan 100.000 member platinum, gold, silver dan bronze "frequent flyers" (orang-orang yang sering bepergian dengan pesawat terbang) Qantas. Sistem tersebut dibangun selama dua tahun melibatkan beberapa vendor diantaranya IBM, New Media Innovations, Unisys, Fujitsu, Amadeus, Telstra dan Satyam. David Hall,  eksekutif manager layanan korporat dan teknologi dari  Qantas mengatakan bahwa Qantas memiliki  lebih dari 300 kontrak IT yang berbeda-beda   untuk  seluruh bisnis perusahaan.

 

Sistem ini awalnya diumumkan oleh Alan Joyce , Qantas CEO pada bulan November 2009, tujuan dari proyek ini adalah untuk mempercepat proses check-in dan mengurangi kemacetan di terminal.

 

Pelanggan/ frequent flyer's Qantas akan diberi loyalty card  yang teleh dipasangi smart chips. Smart chips tersebut didesain untuk bertindak sebagai boarding pass ketika dipindai melalui kios  check-in dengan teknologi terbaru ini.

 

Pelanggan yang tiba di airport tanpa sebelumnya check-in secara online, dapat menggesekkan kartu loyalitasnya dan dalam jangka waktu 1 detik mereka akan mendapatkan konfirmasi ke telepon genngam atau apaun device yang mereka pilih saat mendaftar. Melalui kios check-in yang baru pelanggan dapat menimbang berat barang bawaannya, membayar untuk kelebihan barang dan memodifikasi informasi booking mereka.

 

Para pelanggan juga dapat menyimpan barangnya di bagasi melalui sistem  otomatis. Barang bawaaan ditimbang dan diukur dengan alat "presure pad" dan dimensi barang tersebut dapat diketahui dengan teknologi laser. Barang bawaan dilacak menggunakan tag RFID. Teknologi pelacakan yang dinamai "Q Bag Tag" akan mulai diimplementaskan bulan November mendatang.

 

Nama pelanggan, tujuan dan instruksi lanjutan bagi barang tersebut disimpan di tag. Qantas berencana untuk menggunakan aktif tag sehingga barang bawaan dapat dilacak menggunakan handheld reader.

 

Tentu saja sistem yang masih baru ini harus memiliki back-up , untuk itu selama masa uji coba Qantas tetap akan menyediakan sistem konvensional untuk jaga-jaga jika terjadi kegagalan sistem.

 

Sumber : http://www.zdnet.com.au

 

 

 
(c) 2010 Komunitas RFID Indonesia