Penggunaan RFID di Supply-Chain Industri Hortikultur PDF Print E-mail
Font Size Larger Font Smaller Font
Thursday, 25 November 2010 00:32
Share

Sebuah pilot project  ambisius di Belanda, yang dikenal sebagai " van Plant tot Klant" , sedang menguji seberapa baik teknologi RFID dapat digunakan untuk mengurangi tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi dan keakuratan pengiriman tanaman pot di seluruh Eropa. Yayasan Florilog (yang bertujuan untuk meningkatkan rantai pasokan hortikultura dengan mengembangkan proyek-proyek yang berfokus pada peningkatan efisiensi ), yang terletak di Honselersdijk, mendanai proyek atas nama Productschap Tuinbouw, sebuah asosiasi Belanda yang terdiri dari anggota industri hortikultura. Sistem, yang disediakan oleh Interaxi, menggunakan tag RFID  EPC Gen 2 UHF untuk melacak tanaman-tanaman  mulai dari dua grower di Belanda, kemudian ke penyedia logistik dan eksportir, ke pusat distribusi perusahaan transportasi, sebelum akhirnya tanaman-tanaman tersebut dikirim ke pengecer.

 

 

 

Proyek, yang dimulai pada kuartal pertama tahun 2009, diikuti oleh dua grower (perkebunan): Oriental Group , yang menghasilkan tanaman bonsai, bambu dan tanaman-tanaman Asia lainnya, dan Zuydgeest de Lier, yang menghasilkan Calandiva (a Kalanchoe cultivar ) dan jenis tanaman yang berbunga lainnya. Tanaman-tanaman dari kedua grower tersebut biasa  dibeli oleh pembeli di seluruh Eropa. Zuydgeest dan Oriental Group mengirimkan tanaman dari rumah kaca mereka ke pusat distribusi yang  dioperasikan oleh perusahaan manajemen-logistik ,Sierteelt Direct, yang berbasis di kota tetangga Naaldwijk. Di pusat distribusi  milik Sierteelt's , tanaman diurutkan sesuai dengan pesanan, dan kemudian diangkut ke eksportir seperti Hamiplant (masing-masing pengekspor mengirimkan produk ke berbagai bagian Eropa, seperti Perancis atau Jerman). Para pekerja dari  Eksportir 'kemudian menyusun kembali troli berdasarkan pesanan spesifik , dan perusahaan transportasi, seperti Breewel Transport (yang juga berpartisipasi dalam proyek pilot RFID ini), mengambil tanaman melalui truk dan mengangkutnya ke pengecer di seluruh Eropa.

 

Eksportir atau perusahaan transportasi seringkali memiliki pengetahuan yang sedikit tentang apa yang terjadi dengan mitra supply-chain dan perusahaan logistik,  dan sering tidak siap ketika banyak pesanan datang secara bersamaan , atau ada pesanan yang tidak tiba pada saat yang diharapkan. Tanaman harus bergerak cepat di jalur supply-chain, dan kurangnya informasi yang dikomunikasikan antar mitra supply-chain dapat menyebabkan keterlambatan, serta biaya tambahan demi untuk memenuhi kebutuhan yang tak terduga.

 

Untuk proyek ini , para peserta menggunakan  RFID untuk membantu mereka melacak lokasi tanaman , dan untuk berbagi informasi mengenai penerimaan dan pengiriman selanjutnya ke penerima berikutnya. Informasi yang terus berubah ini disimpan di server milik Interaxi. Mulai dari grower(perkebunan),  tag pasif UPM Raflatac EPC Gen 2  dipasang di tiap baki yang berisi beberapa tanaman. Baki  tersebut kemudian disimpan di troli yang dapat memuat beberapa baki. Troli juga dilengkapi dengan tag EPC Gen2 dari Omni-ID. Saat menyimpan tanaman di baki, para pekerja grower secara manual mengisi deskripsi pesanan ke sistem, dan menghubungkan deskripsi tersebut dengan  nomor ID tag  pada baki dan troli, setelah itu baru tag (dalam hal ini label) dicetak dengan printer dan ditempelkan pada baki.

Troli yang dipasangi tag EPC Gen 2 dari Omni-ID

 

Saat troli  dimuat ke truk dengan tujuan Sierteelt Direct (pusat distribusi), troli-troli tersebut akan  melewati sebuah portal RFID Motorola (portal masing-masing terdiri dari satu reader dan delapan antena - empat pada setiap sisi dari pintu dock), yang membaca ID pada tag di troli dan baki , kemudian mentransmisikan  data melalui koneksi kabel ke perangkat lunak Interaxi's, yang menghubungkan setiap nomor ID dengan tanggal dan waktu.  Platform software Interaxi menggunakan Microsoft Silverlight untuk antarmuka pengguna, dan Microsoft BizTalk RFID Server 2009 untuk penyimpanan dan akses informasi pada server.

 

Software Interaxi membandingkan produk di troli dengan pesanan dengan tujuan Sierteelt dan menampilkan sebuah daftar, bersama dengan perbedaan (jika ada), pada layar yang dipasang di atas pintu dock. Pada saat yang sama, software mengupdate status pesanan , menunjukkan apa yang telah dikirim, dan waktu pengirimannya. Dengan cara itu, Sierteelt kemudian dapat mengakses server dan mengetahui kapan troli  dikirimkan dan menentukan kapan kemungkinan sampai di tujuan.

 

Ketika kiriman tiba di Sierteelt Direct,  troli akan  melewati lagi  portal  Motorola (ada dua portal disini,  satu untuk troli masuk, dan satu lagi untuk troli yang keluar), pembacaan pada portal secara otomatis akan mengupdate  sistem bahwa troli telah diterima. Troli-troli tersebut kemudian  digabungkan bersama-sama dan dipindahkan melalui portal kedua (portal keluar) menggunakan traktor traktor, portal kedua akan mengupdate sistem  memperbarui sistem bahwa troli-troli tersebut akan dikirim ke Hamiplant (eksportir) . Meskipun dalam kasus pilot project ini  semua produk dikirim ke Hamiplant, nantinya  jika sistem RFID telah diperluas untuk mencakup eksportir lain, maka  layar di atas portal bisa memperingatkan seorang sopir traktor jika ada kesalahan penempatan troli, misalnya  troli yang  dimuat ke truk menuju eksportir yang salah.

 

Di Hamiplant, troli biasanya dibongkar dan dikemas ulang agar sesuai dengan pesanan  pengecer tertentu . Oleh karena itu,  disini dipasang tiga portal: satu di pintu masuk , satu di tempat  pengemasan dan satu lagi di pintu keluar. Saat tag melewati portal, status troli dan nampan di-update ke sistem sehingga dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan. Ketika tanaman-tanaman  dibongkar dan dikemas ulang, maka tag akan diisi informasi baru, dan software kemudian akan membandingkan  item apa saja  yang harus dimuat ke troli, sehingga memastikan pesanan diisi sesuai tujuannya. Baki tersebut kemudian dihubungkan  dengan tag RFID di troli yang  baru.

 

Portal di tempat "repackage" di Hamiplant

 

Di pintu keluar  Hamiplant, troli-troli  dimuat ke truk yang dioperasikan oleh Breewel Transport, yang juga memasang portal RFID di dua fasilitasnya. Satu portal terletak di pusat distribusi Breewel di Hazeldonk, Belanda, dimana pesanan dikirim langsung ke pengecer. Yang lain terletak di Paris Breewel DC, di mana baki dibongkar dan kemudian dimuat ke truk yang lebih kecil untuk pengiriman ke toko-toko di daerah sekitar. Setelah baki dan troli meninggalkan Hazeldonk dan Paris DC, maka berakhirlah  proses pelacakan berbasis RFID , karena di tingkat  pengecer , pelacakan tidak digunakan.

 

Portal di pintu keluar Hamiplant

 

Pilot project  ini diharapkan akan selesai pada kuartal terakhir tahun ini. Setelah itu para peserta akan mengevaluasi hasil dan mengirim lengkap laporan awal 2011 untuk menentukan kesuksesan sistem ini. Manfaat utama penggunaan RFID di sistem ini adalah  mengurangi jam kerja untuk para peserta supply-chain ( misalnya : jumlah  pemindaian bar-code  ), dan untuk menghindari kesalahan pengiriman. Sistem juga memungkinkan Sierteelt Direct, Hamiplant dan Breewel untuk dapat  lebih pasti  memperkirakan  kapan pengiriman akan tiba dan, dengan cara itu, dapat mengatur staff gudang yang sesuai, serta menjadwalkan  tugas lainnya saat produk akan sampai di tujuan.

 

 

sumber : http://rfidjournal.com

 

 
(c) 2012 Komunitas RFID Indonesia