| Sistem Pembayaran Otomatis di SPBU |
|
|
|
| Monday, 10 October 2011 23:17 | |||
|
Perusahaaan Truk yang membeli bensin di stasiun pengisian bahan bakar 'Love' akan segera dapat melengkapi truk mereka dengan tag RFID, sehingga pengemudi akan dapat mengisi bensin tanpa harus memindai kartu ID atau memasukkan data ke dalam keypad. Keuntungannya , baik bagi pengemudi dan perusahaan mereka adalah; hal ini tidak hanya akan mempercepat proses pengisian bensin tetapi juga memastikan tidak akan ada lagi praktek penipuan pembelian bensin, dimana pengemudi menjual bensin ke pengemudi lain, dan mengirim tagihan ke perusahaan.
Sistem, yang dikenal sebagai Fuel Island Manager, disediakan oleh QuikQ, yang berbasis di Franklin, Tennesse. "Love' saat ini sedang menguji teknologi ini di salah satu lokasi stasiunnya di Oklahoma City. Jika semua berjalan dengan baik , Love berharap untuk melengkapi tiap 215 perusahaan SPBU dengan RFID pada akhir tahun 2011..
SPBU Love dikenal sebagai pusat perjalanan-dan tempat peristirahatan yang sering dikunjungi oleh pengemudi yang bekerja untuk perusahaan truk. Supir truk biasanya menggunakan Comdata atau beberapa layanan pembayaran lainnya yang memungkinkan mereka untuk menggesek kartu di sebuah pompa bahan bakar, dan kemudian menginput informasi seperti nomor ID-nya dan informasi pembacaan odometer kendaraan, dalam rangka untuk mendapatkan otorisasi untuk membeli bahan bakar , yang kemudian ditagihkan langsung kepada majikan/perusahaan pengemudi.
Dengan Fuel Island Manager, Love berharap dapat menambahkan keamanan dan efisiensi . Tag pasif EPC Gen 2 (UHF) yang dipasang di truk atau trailer memungkinkan kendaraan untuk langsung dikenali begitu mendekati tempat pengisian bensin. Otorisasi untuk memulai pengisian bahan bakar secara otomatis pun dimulai. Tiap tag memiliki ID unik yang diasosiasikan dengan tiap truk. QuikQ telah bermitra dengan Comdata sehingga sistem dapat bekerjasama dalam hal pembayaran.
QuikQ juga menyediakan software pembayarannya sendiri yang dikenal sebagai DFConnect, yang terhubung dengansistem point-of-sale (POS) dari Love, yang memungkinkan pengguna untuk ditagih oleh Love. Tag yang dipasng di truk juga dikodekan dengan daftar sistem penagihan yang digunakan. Jadi, jika pengguna membayar melalui rekening Comdata, informasi, bersama dengan nomor ID tag itu, akan diteruskan ke software. Meskipun Comdata adalah mitra bisnis pertama QuikQ, juru bicara perusahaan mengatakan perusahaannya saat ini sedang dalam diskusi dengan perusahaan penagihan lain juga.
Ketika truk berhenti di tempat pengisian, tag akan terbaca oleh antena diatas tempat pengisian. Read zone dibatasi sedemikian rupa sehingga hanya tag dari truk yang sedang melakukan pengisian ang akan terbaca. Reader menangkap ID unik tag itu (serta informasi penagihan), kemudian mengirimkan data melalui koneksi kabel, yang kemudian menghubungkan ke sistem POS dari Love. Dari sana, informasi tersebut diteruskan ke DFConnect atau sistem penagihan lain (seperti Comdata, atau beberapa perusahaan mitra lainnya di masa yang akan datang) untuk otorisasi. Setelah pelanggan dapat diotorisasi, software QuikQ akan mengaktifkan pompa bensin. Setelah pengemudi menyelesaikan pengisian bahan bakar , ia dapat menempatkan pompakembali di tempatnya dan mengendarai truknya menjauh dari tempat pengisian- di mana nomor ID kendaraan akan tidak lagi dapat dibaca. Software QuikQ kemudian menentukan bahwa transaksi telah selesai, dan pelanggan akan mendapatkan tagihan yang sesuai. Jika pengemudi truk tidak mengembalikan pompa ke tempatnya, sistem dapat secara otomatis menganggpa pembelian telah selesai dan pompa akan dinon-aktifkan kembali.
Solusi RFID di SPBU Love akan memungkinkan manajer dari perusahaan truk untuk mendapatkan informasi catatan otomatis dari truk mana yang telah diisi bahan bakar, lokasi dan waktu dari setiap pengisian bahan bakar dan kuantitas yang dibeli.
sumber : rfidjournal
|





