Dalam rangka menuju subsidi yang tepat volume dan tepat sasaran, Kementerian ESDM memberlakukan uji coba penggunaan alat kendali BBM bersubsidi di SPBU 34.13102 Matraman, Jakarta Pusat. Program tersebut bertujuan untuk memetakan pola konsumsi BBM, khusunya untuk angkutan umum. "Selain RFID akan diuji coba pula beberapa alat/sistem kendali lainnya, seperti cashback dan smart card plus," papar Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo.
Menurut Evita, uji coba ini rencananya akan dilaksanakan dengan memasang RFID tag pada seluruh angkot Mikrolet M-01 yang berjumlah 251 unit, dan memasang perangkat alat di empat SPBU di sepanjang trayek Mikrolet M-01. "Saya berharap dengan adanya uji coba ini, penyaluran BBM bersubsidi bisa tepat sasaran dan tepat volume," ujarnya.

"Untuk tahap pertama ini, secara simbolis dipasang sistem RFID pada enam angkot mikrolet M-01," kata Evita.
Kali ini pemerintah berencana memasang 3.000 alat kendali kepada 3.000 angkutan umum yang melintasi SPBU yang telah dipasang reader RFID yakni di SPBU Jatinegara Timur, Jatinegara Barat, dan dua SPBU di Matraman."Kuotanya saat ini masih 50 liter per hari, tapi nanti akan ada penyesuaian sesuai dengan kebutuhan. Nanti angkutan umum tidak akan bisa mengisi premium di luar kota yang ditetapkan ," tutur Evita.
Karena, ke depannya pihaknya berencana menerapkan RFID ini di beberapa kota seperti Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Di kota besar tersebut, minimal akan dipasangi reader RFID ke lima SPBU yang ada di masing-masing kota. Ditargetkan pula sebanyak seribu angkutan.
"Kami targetkan pada Agustus 2012 nanti sudah mulai dipasang, ini memang lama karena menggunakan proses lelang dahulu," tambah Evita.

Lewat pemasangan RFID ini maka pemerintah mudah melakukan pengawasan dan menyalurkan BBM bersubsidi khususnya premium. Sedangkan, angkutan umum yang dipasangi alat deteksi tersebut hanya bisa mengisi premium sesuai jatahnya.Evita menambahkan, syarat bagi pengusaha angkutan umum yang ingin memakai alat RFID ini adalah dengan menunjukkan STNK, KIR, Surat Izin Usaha yang masih berlaku dan pengusaha mendapatkan alat deteksi premium.
Sementara itu, Marketing and Tradding Director Pertamina, Djaelani Sutomo mengharapkan uji coba RFID segara berhasil dan evaluasinya tidak ada kendala. Ini penting agar pengaturan BBM bersubsidi lebih jelas dalam hal pemantauan maupun dalam mengendalikan BBM bersubsidi.
"Karena program ini akan lebih memudahkan konsumen, pengusaha, termasuk Pertamina dalam merecanakan pengaturan BBM bersubsidi akan lebih baik," tandas Djaelani mengakhiri.
sumber : detik.com