Pemerintah India bagian Goa berencana menggunakan teknologi RFID untuk melacak pergerakan truk-truk yang membawa bijih besi dengan tujuan mengurangi penyelundupan bijih besi ilegal.
Menurut pejabat setempat, dengan menggunakan RFID diharapkan akan diketahui titik-titik dimana truk-truk tersebut berada dan berapa jumlah bijih besi yang dibawa. Informasi tersebut kemudian dapat dihubungkan ke departemen pemerintah sehingga dapat diketahui secara pasti berapa jumlah bijih besi diambil dari tiap tambang.
Daerah Goa memiliki 336 tambang bijih besi dimana baru 90 diantaranya yang beroperasi. Para aktivis lingkungan dan partai oposisi sering menuduh pemerintah yang membiarkan terjadinya penambangan ilegal di wilayahnya. Dengan diterapkannya teknologi RFID, diharapkan masalh-masalah tersebut dapat diatasi.